Showing posts with label Mini. Show all posts
Showing posts with label Mini. Show all posts

Siap Meluncur Mini Countryman Generasi Kedua

Siap Meluncur Mini Countryman Generasi Kedua - Mini Countryman telah tertangkap sedang melakukan sebuah uji coba, baru-baru ini. Meskipun keluar dengan tampilan penuh kamuflase, sepertinya model generasi kedua ini siap diluncurkan pada pertengahan tahun 2016.



Dilansir dari Worldcarfans, Senin (18/1/2016), Countryman akan hadir sebagai model facelift yang lebih besar dari generasi sebelumnya. Pihak perusahaan akan menghadirkan Countryman sebagai "otentik SUV". Artinya, model akan memiliki kemampuan off-road yang lebih signifikan, seperti dapat melintasi turunan terjal.

Countryman hadir dengan ekstra cladding bodi plastik serta all-wheel drive standar, sehingga memungkinkan mobil melintasi medan yang sulit. Sedangkan untuk urusan tenaga, model ini akan dibekali turbocharged 2.0-liter empat silinder dengan 228 dk serta 236 pound-feet torsi.

Kekuatan yang dimiliki sama dengan semua model JCW terbaru lainnya, termasuk Mini John Cooper Works Convertible yang sudah terungkap beberapa hari lalu. Countryman kemungkinan besar akan diperkenalkan pada ajang Paris Motor Show yang telah ditetapkan pada Oktober 2016.(Mini Cooper Indonesia)

Pabrik Mini Cooper

Pabrik Mini Cooper - Austin, Morris, BMC, Leyland, Rover? Siapa sebetulnya pembuat Mini? Pada tahun 1959 ketika Mini diluncurkan, Austin Motors dan Morris Motors baru saja bergabung membentuk British Motor Corporation atau BMC namun untuk produk-produknya tetap menggunakan merek Austin atau Morris meskipun keduanya sama.

Pada tahun 1969, BMC bergabung dengan Leyland Cars, Jaguar dan Land Rover membentuk British Motor Holdings namun tak lama Jaguar dibeli oleh Daimler dan BLMC berganti nama menjadi British Leyland (BL). Tahun ini, nama-nama Austin Mini dan Morris Mini ditiadakan dan hanya menjadi Mini saja, tapi untuk pasar internasional nama pabrikan tetap dipakai, seperti di Indonesia nama tetap Morris Mini sedangkan di Amerika nama Austin Mini masih dipakai. BL memegang lisensi antara lain atas merek Austin, Morris, MG, Land Rover, Wolseley, Riley dan Leyland.



Memasuki tahun 1970an, Mini seringkali disebut Leyland Mini. Pada periode 1980an, BL dinasionalisasi karena problem keuangan dan digabungkan dengan Rover sehingga nama perusahaan menjadi Austin Rover Group dan Land Rover Group dibawah British Leyland PLC. Kali ini nama Austin Mini kembali dipakai. Kemudian Land Rover dibeli oleh Ford dan nama perusahaan menjadi Rover Group pada periode 1990an.

Sejak akhir 1980an, nama-nama Austin dan Morris tidak lagi dipakai untuk mobil. Nama Leyland ditujukan khusus untuk produksi truk. Mini sendiri disebut sebagai Rover Mini. Pada tahun 1994, BMW membeli Rover dan nama perusahaan berubah lagi menjadi MG Rover Group. Pada tahun 2000, BMW menjual MG Rover dan kemudian pada 2004, MG Rover secara resmi bangkrut dan aset-asetnya pun dijual. Kini merek-merek mobil tersebut berada antara lain: Mini (MINI) dimiliki BMW; MG (dan juga merek Austin, Morris, Wolseley dan Riley) dimiliki SAIC China; Jaguar, Daimler dan Land Rover dimiliki Tata Group, India. Kini, tidak ada lagi merek Inggris yang secara penuh dioperasikan oleh perusahaan Inggris.

Meskipun nama perusahaannya berubah-ubah, Mini sepanjang hidupnya pernah diproduksi di Oxford (awal 60an), Spanyol (70an), Australia (60an dan 70an, sebagian besar Mini Moke), dan Portugal (80an, khusus Mini Moke), juga di Chile, Belgia dan Afrika Selatan. Namun sebagian besar Mini diproduksi di pabrik Longbridge, Inggris. (Mini Cooper Indonesia)

Tipe-tipe Karburator Mini

Tipe-tipe Karburator Mini - Karburator untuk Mini itu dibuat oleh SU. SU itu sendiri adalah nama perusahaan yang membuat karburatornya (Skinners Union). Untuk serinya ada beberapa, yang saya tahu ada 3 tipe, seri H, seri HS, sama seri HIF. Seri H biasa dipake di tipe-tipe mobil yang lebih tua, kalau Mini sepanjang hidupnya sampai tahun 1993 pakai seri HS. HS2 punya diameter 1 1/4 inci, HS4 1 1/2 inci, HS6 1 3/4 inci. Setelah tahun 1993, Mini mempunyai mesin standar 1300cc memakai karburator HIF38 dan Mini Cooper dari tahun 1990-1993 memakai HIF44. Semua Mini Cooper produksi tahun 1961-1971 memakai double-carburettor HS2.



Seri HS punya penampung bensin di sisi bodi utama karburator. sedangkag Seri HIF merupakan pengembangan dari seri HS, dimana penampung bensin berada tepat di bawah bodi karburator dan tidak terpisah.

HS2 untuk mesin 850 dan 1000 awal, HS4 untuk mesin 1000 dan HS6 sebetulnya tidak resmi dipakai di Mini, tapi dipakai mobil-mobil Leyland ber-cc besar. HS4 sendiri ada dua tipe, Pre-Waxstat dan Waxstat. Pre-Waxstat biasa ditemui di mobil-mobil sebelum 1979 dan punya rumah jet berwarna merah, sementara Waxstat lebih modern dan tidak lagi berwarna merah untuk rumah jetnya. Beda antara keduanya ialah pre-Waxstat dudukan jetnya fixed (tidak dapat bergerak) sementara Waxstat dudukan jetnya dapat bergerak naik-turun tergantung panas mesin.

Logikanya, ketika mesin mulai menemukan panas operasional optimalnya, mesin memerlukan bensin lebih sedikit karena suhu mesin sudah ideal untuk pembakaran yang sempurna, makanya dudukan jet akan bergerak naik supaya lebih sedikit bensin bisa mengalir masuk. Pada kenyataannya, sistem tersebut kurang presisi sehingga sering terjadi pada saat mesin sudah mulai panas, putaran mesin pada idle meninggi lebih dari 1000rpm, atau malah menurun dari normal 750-850rpm. Pre-Waxstat tidak terpengaruh karena fixed. Tidak ada masalah besar karena hal ini, hanya saja akan sedikit merepotkan untuk menyetel rpm mesin pada saat idle karena tidak akan sama pada saat mesin dingin dengan saat mesin panas.

HIF38 punya diameter 1 1/2 inci atau 38mm dan HIF44 punya diameter 1 3/4 inci atau 44mm. Seri HIF38 dipakai di Mini dengan mesin 1300cc dari 1993-1995 sebelum berganti ke single point injection, nah HIF44 aslinya dipakai MG Metro 1300cc tapi kemudian dipakai untuk Mini Cooper tahun 1990-1993.

Cara paling gampang dan paling jitu buat membedakan HIF dengan HS yaitu melihat disamping bodi karbu-nya ada tabung penampungan bensin atau tidak. Yang lebih susah itu membedakan HIF38 sama HIF44 atau karbu HIF 1 1/2' dengan 1 3/4'.

Bentuknya secara fisik sama persis sementara kalau HS2 dengan HS4 dengan HS6 bentuk fisiknya bisa dibedakan, tapi HIF38 sama HIF44 benar-benar sama persis. Satu-satunya cara untuk memastikan mana yang 1 1/2' mana yang 1 3/4' hanya dengan mengukur lebar lubang diameternya saja, 38mm atau 44mm. Banyak orang suka kecele melihat karbu HIF secara otomatif beranggapan pasti 1 3/4', padahal belum tentu.

Untuk perawatan, banyak orang bilang lebih gampang merawat karburator tipe HS karena simpel dan sederhana, sementara tipe HIF lebih kompleks daripada HS, cuma untuk nyamannya yang HIF memang sudah lebih sempurna, terutama di per karburatornya yang sudah menyatu tidak terpisah seperti HS, biasanya kalau pernya bukan aslinya, mobil akan endut-endutan kalau digas.

Karburator mana yang lebih baik performance-nya?
Betulnya, semua tergantung tipe mesin dan lebar diameter karbu-nya.

Untuk mesin 850cc, karburator 1 1/4" lebih enak karena cc mesin yang tidak menuntut rasio udara/bensin yang terlalu banyak.

Untuk mesin 1000, konsensus umumnya untuk performance dan ekonomi, dipakai karburator 1 1/2" (baik tipe HS4 ataupun HIF38), kalau mau pakai double-karburator, pakai double HS2. Mesin akan lebih enak di top speednya, tarikan lebih enak, tapi konsumsi bensin memang bertambah. Memakai karbu 1 3/4" akan overkill karena volume udara yang masuk bertambah lebih banyak daripada yang dibutuhkan mesin sehingga pembakaran tidak sempurna dan akan ada banyak bensin yang tidak terbakar oleh mesin.

Untuk mesin 1300cc ada dua pendapat, pertama pakai karbu diameter 1 3/4" dan kedua pakai karbu 1 1/2". Memakai karbu 1 3/4 memang lebih enak untuk top speed, dan konsumsi bensin juga tidak terlalu beda jauh dengan karbu 1 1/2 tapi karbu 1 1/2 punya lebih banyak torsi sehingga tarikan awal lebih enak walaupun top speed berkurang. Untuk dobel karburator, lebih disarankan pakai twin 1 1/4", karena twin 1 1/2 ataupun 1 3/4 lebih ideal untuk mesin yang sudah diover-bore lebih dari 1300cc (misal untuk mesin 1380cc ataupun 1410cc alias 1275 yang dioverbore +40 dan +60).(Mini Cooper Indonesia)

Mesin-mesin Morris Mini

Mesin-mesin Morris Mini - Variasi mesin-mesin Morris Mini memang ada banyak, tapi pada umumnya harus menggunakan mesin asli Morris karena kalau mau pakai mesin mobil lain, tidak ada tempat. Mesin Morris punya kode mesin A-series. Untuk periode tahun 59-69, kode mesin biasanya berawalan MA2S-xxxx untuk merek Morris, AA2S-xxxx untuk merek Austin. 2S berarti Saloon 2 pintu. Setelah tahun 69, kode mesin menjadi berawalan XL-2S-1N-xxxxxx. Pada tahun itu juga di Inggris penggunaan merek Morris Mini dan Austin Mini hilang diganti dengan Mini saja.


Ada 3 buah kapasitas mesin yang umum dijumpai: 850cc (848cc), 1000cc (998cc) dan 1300cc (1275cc). Mesin 850 diproduksi dari 59-80, mesin 1000 diproduksi dari tahun 69-93. Mesin 1275 awal dipakai pada Mini Cooper S produksi tahun 63-71. Lalu dipakai pula oleh Mini 1275GT dari tahun 69-80. Pada tahun 1990, mesin 1275 digunakan kembali. Pada tahun 1993, semua Mini memakai mesin 1275cc. Rover Mini Cooper memakai mesin 1275 Injection sejak tahun 1991, diikuti oleh Mini biasa pada tahun 1994.

Transmisi Mini mempunyai 4 kecepatan maju, dan 1 kecepatan mundur. Transmisi Otomatis tersedia sejak tahun 1964.

Karburator Mini sejak awal ialah Karburator SU. dari tahun 1959-1974 memakai karburator HS2 berdiameter 1 1/4 inchi. Sejak tahun 74, memakai karburator HS4 berdiameter lebih besar 1 1/2 inchi. Semua Mini Cooper tahun 1961-1970 memakai karburator HS2 ganda. Mini Cooper tahun 1990 memakai karburator HIF44 berdiameter 1 3/4 inchi.(Mini Cooper Indonesia)

Tujuh Alasan Mengapa Mini Cooper Laku Keras

Tujuh Alasan Mengapa Mini Cooper Laku Keras - Tak dipungkiri jika Mini Cooper telah sukses menyedot perhatian pecinta mobil dunia termasuk di Indonesia. Mobil buatan BMW ini menjadi salah satu 'pendulang poin' sejak diluncurkan pada 2001.


Bahkan di Inggris, Mini menjadi salah satu mobil yang paling diincar para konsumen. Mobil mungil ini dianggap punya banyak kelebihan dibanding mobil-mobil tipe hatchback lainnya. Lalu, apa saja keunggulannya?

Nah, berikut ini VIVA.co.id rangkum beberapa keunggulan Mini Cooper:

1. Go kart handling
Handling mobil mungil ini memang mirip dengan GO kart. Tak heran, banyak konsumen yang merasa puas dengan kemudahan dalam mengemudikan Mini Cooper. Kemudi tajam, responsif dan stabil jadi alasannya.

2. Kustomisasi
Ketika Mini diperkenalkan ke pasar pada 2011, BMW tak hanya pintar memberikan banyak pilihan warna. BMW juga dengan lihai memberikan warna yang berbeda pada atap dan kaca spion sehingga membuat mobil ini terasa unik.

3. Kabin
Kabin pada Mini Cooper memang tak sepenuhnya memuaskan, tapi sangat original. Hal itu terlihat jelas dari bangunan console hingga speedo nya. Selain itu, faktor ergonomi pada kendaraan ini juga sangat memuaskan.

4. Spesial dan Unik
Mobil hasil kerja keras BMW ini dianggap sangat spesial dan unik mengingat bentuknya yang agak menyimpang dari mobil hatchback saat ini. Kesan fun-to-drive langsung terasa. Ditambah dengan adanya pilihan mesin berbahan bakar bensin dan diesel.

5. Mobil kecil dengan fasilitas mewah
Mini Cooper memang kecil untuk ukuran, tapi untuk fasilitas dan fiturnya tak kalah dari mobil-mobil yang bertubuh bongsor. Semua model Mini sekarang dilengkapi dengan SIM card yang dapat digunakan untuk mengakses segala macam pelayanan.

6. Sangat imut
Jika Anda membandingkan ukuran mobil ini dengan mobil aslinya, 30 tahun silam, terlihat jelas mobil ini punya ukuran relatif besar. Namun, mobil ini tetap terkesan sangat mungil dan imut.

7. Saat ini hadir dengan lima pintu
Belum lama ini, Mini meluncurkan model baru lima pintu. Line up terbaru ini tentu akan memberikan lebih banyak pilihan bagi para konsumen. Terutama bagi mereka yang ingin kapasitas lebih besar.(Mini Cooper Indonesia)