Pabrik Mini Cooper

Pabrik Mini Cooper - Austin, Morris, BMC, Leyland, Rover? Siapa sebetulnya pembuat Mini? Pada tahun 1959 ketika Mini diluncurkan, Austin Motors dan Morris Motors baru saja bergabung membentuk British Motor Corporation atau BMC namun untuk produk-produknya tetap menggunakan merek Austin atau Morris meskipun keduanya sama.

Pada tahun 1969, BMC bergabung dengan Leyland Cars, Jaguar dan Land Rover membentuk British Motor Holdings namun tak lama Jaguar dibeli oleh Daimler dan BLMC berganti nama menjadi British Leyland (BL). Tahun ini, nama-nama Austin Mini dan Morris Mini ditiadakan dan hanya menjadi Mini saja, tapi untuk pasar internasional nama pabrikan tetap dipakai, seperti di Indonesia nama tetap Morris Mini sedangkan di Amerika nama Austin Mini masih dipakai. BL memegang lisensi antara lain atas merek Austin, Morris, MG, Land Rover, Wolseley, Riley dan Leyland.



Memasuki tahun 1970an, Mini seringkali disebut Leyland Mini. Pada periode 1980an, BL dinasionalisasi karena problem keuangan dan digabungkan dengan Rover sehingga nama perusahaan menjadi Austin Rover Group dan Land Rover Group dibawah British Leyland PLC. Kali ini nama Austin Mini kembali dipakai. Kemudian Land Rover dibeli oleh Ford dan nama perusahaan menjadi Rover Group pada periode 1990an.

Sejak akhir 1980an, nama-nama Austin dan Morris tidak lagi dipakai untuk mobil. Nama Leyland ditujukan khusus untuk produksi truk. Mini sendiri disebut sebagai Rover Mini. Pada tahun 1994, BMW membeli Rover dan nama perusahaan berubah lagi menjadi MG Rover Group. Pada tahun 2000, BMW menjual MG Rover dan kemudian pada 2004, MG Rover secara resmi bangkrut dan aset-asetnya pun dijual. Kini merek-merek mobil tersebut berada antara lain: Mini (MINI) dimiliki BMW; MG (dan juga merek Austin, Morris, Wolseley dan Riley) dimiliki SAIC China; Jaguar, Daimler dan Land Rover dimiliki Tata Group, India. Kini, tidak ada lagi merek Inggris yang secara penuh dioperasikan oleh perusahaan Inggris.

Meskipun nama perusahaannya berubah-ubah, Mini sepanjang hidupnya pernah diproduksi di Oxford (awal 60an), Spanyol (70an), Australia (60an dan 70an, sebagian besar Mini Moke), dan Portugal (80an, khusus Mini Moke), juga di Chile, Belgia dan Afrika Selatan. Namun sebagian besar Mini diproduksi di pabrik Longbridge, Inggris. (Mini Cooper Indonesia)

Tipe-tipe Karburator Mini

Tipe-tipe Karburator Mini - Karburator untuk Mini itu dibuat oleh SU. SU itu sendiri adalah nama perusahaan yang membuat karburatornya (Skinners Union). Untuk serinya ada beberapa, yang saya tahu ada 3 tipe, seri H, seri HS, sama seri HIF. Seri H biasa dipake di tipe-tipe mobil yang lebih tua, kalau Mini sepanjang hidupnya sampai tahun 1993 pakai seri HS. HS2 punya diameter 1 1/4 inci, HS4 1 1/2 inci, HS6 1 3/4 inci. Setelah tahun 1993, Mini mempunyai mesin standar 1300cc memakai karburator HIF38 dan Mini Cooper dari tahun 1990-1993 memakai HIF44. Semua Mini Cooper produksi tahun 1961-1971 memakai double-carburettor HS2.



Seri HS punya penampung bensin di sisi bodi utama karburator. sedangkag Seri HIF merupakan pengembangan dari seri HS, dimana penampung bensin berada tepat di bawah bodi karburator dan tidak terpisah.

HS2 untuk mesin 850 dan 1000 awal, HS4 untuk mesin 1000 dan HS6 sebetulnya tidak resmi dipakai di Mini, tapi dipakai mobil-mobil Leyland ber-cc besar. HS4 sendiri ada dua tipe, Pre-Waxstat dan Waxstat. Pre-Waxstat biasa ditemui di mobil-mobil sebelum 1979 dan punya rumah jet berwarna merah, sementara Waxstat lebih modern dan tidak lagi berwarna merah untuk rumah jetnya. Beda antara keduanya ialah pre-Waxstat dudukan jetnya fixed (tidak dapat bergerak) sementara Waxstat dudukan jetnya dapat bergerak naik-turun tergantung panas mesin.

Logikanya, ketika mesin mulai menemukan panas operasional optimalnya, mesin memerlukan bensin lebih sedikit karena suhu mesin sudah ideal untuk pembakaran yang sempurna, makanya dudukan jet akan bergerak naik supaya lebih sedikit bensin bisa mengalir masuk. Pada kenyataannya, sistem tersebut kurang presisi sehingga sering terjadi pada saat mesin sudah mulai panas, putaran mesin pada idle meninggi lebih dari 1000rpm, atau malah menurun dari normal 750-850rpm. Pre-Waxstat tidak terpengaruh karena fixed. Tidak ada masalah besar karena hal ini, hanya saja akan sedikit merepotkan untuk menyetel rpm mesin pada saat idle karena tidak akan sama pada saat mesin dingin dengan saat mesin panas.

HIF38 punya diameter 1 1/2 inci atau 38mm dan HIF44 punya diameter 1 3/4 inci atau 44mm. Seri HIF38 dipakai di Mini dengan mesin 1300cc dari 1993-1995 sebelum berganti ke single point injection, nah HIF44 aslinya dipakai MG Metro 1300cc tapi kemudian dipakai untuk Mini Cooper tahun 1990-1993.

Cara paling gampang dan paling jitu buat membedakan HIF dengan HS yaitu melihat disamping bodi karbu-nya ada tabung penampungan bensin atau tidak. Yang lebih susah itu membedakan HIF38 sama HIF44 atau karbu HIF 1 1/2' dengan 1 3/4'.

Bentuknya secara fisik sama persis sementara kalau HS2 dengan HS4 dengan HS6 bentuk fisiknya bisa dibedakan, tapi HIF38 sama HIF44 benar-benar sama persis. Satu-satunya cara untuk memastikan mana yang 1 1/2' mana yang 1 3/4' hanya dengan mengukur lebar lubang diameternya saja, 38mm atau 44mm. Banyak orang suka kecele melihat karbu HIF secara otomatif beranggapan pasti 1 3/4', padahal belum tentu.

Untuk perawatan, banyak orang bilang lebih gampang merawat karburator tipe HS karena simpel dan sederhana, sementara tipe HIF lebih kompleks daripada HS, cuma untuk nyamannya yang HIF memang sudah lebih sempurna, terutama di per karburatornya yang sudah menyatu tidak terpisah seperti HS, biasanya kalau pernya bukan aslinya, mobil akan endut-endutan kalau digas.

Karburator mana yang lebih baik performance-nya?
Betulnya, semua tergantung tipe mesin dan lebar diameter karbu-nya.

Untuk mesin 850cc, karburator 1 1/4" lebih enak karena cc mesin yang tidak menuntut rasio udara/bensin yang terlalu banyak.

Untuk mesin 1000, konsensus umumnya untuk performance dan ekonomi, dipakai karburator 1 1/2" (baik tipe HS4 ataupun HIF38), kalau mau pakai double-karburator, pakai double HS2. Mesin akan lebih enak di top speednya, tarikan lebih enak, tapi konsumsi bensin memang bertambah. Memakai karbu 1 3/4" akan overkill karena volume udara yang masuk bertambah lebih banyak daripada yang dibutuhkan mesin sehingga pembakaran tidak sempurna dan akan ada banyak bensin yang tidak terbakar oleh mesin.

Untuk mesin 1300cc ada dua pendapat, pertama pakai karbu diameter 1 3/4" dan kedua pakai karbu 1 1/2". Memakai karbu 1 3/4 memang lebih enak untuk top speed, dan konsumsi bensin juga tidak terlalu beda jauh dengan karbu 1 1/2 tapi karbu 1 1/2 punya lebih banyak torsi sehingga tarikan awal lebih enak walaupun top speed berkurang. Untuk dobel karburator, lebih disarankan pakai twin 1 1/4", karena twin 1 1/2 ataupun 1 3/4 lebih ideal untuk mesin yang sudah diover-bore lebih dari 1300cc (misal untuk mesin 1380cc ataupun 1410cc alias 1275 yang dioverbore +40 dan +60).(Mini Cooper Indonesia)

Mesin-mesin Morris Mini

Mesin-mesin Morris Mini - Variasi mesin-mesin Morris Mini memang ada banyak, tapi pada umumnya harus menggunakan mesin asli Morris karena kalau mau pakai mesin mobil lain, tidak ada tempat. Mesin Morris punya kode mesin A-series. Untuk periode tahun 59-69, kode mesin biasanya berawalan MA2S-xxxx untuk merek Morris, AA2S-xxxx untuk merek Austin. 2S berarti Saloon 2 pintu. Setelah tahun 69, kode mesin menjadi berawalan XL-2S-1N-xxxxxx. Pada tahun itu juga di Inggris penggunaan merek Morris Mini dan Austin Mini hilang diganti dengan Mini saja.


Ada 3 buah kapasitas mesin yang umum dijumpai: 850cc (848cc), 1000cc (998cc) dan 1300cc (1275cc). Mesin 850 diproduksi dari 59-80, mesin 1000 diproduksi dari tahun 69-93. Mesin 1275 awal dipakai pada Mini Cooper S produksi tahun 63-71. Lalu dipakai pula oleh Mini 1275GT dari tahun 69-80. Pada tahun 1990, mesin 1275 digunakan kembali. Pada tahun 1993, semua Mini memakai mesin 1275cc. Rover Mini Cooper memakai mesin 1275 Injection sejak tahun 1991, diikuti oleh Mini biasa pada tahun 1994.

Transmisi Mini mempunyai 4 kecepatan maju, dan 1 kecepatan mundur. Transmisi Otomatis tersedia sejak tahun 1964.

Karburator Mini sejak awal ialah Karburator SU. dari tahun 1959-1974 memakai karburator HS2 berdiameter 1 1/4 inchi. Sejak tahun 74, memakai karburator HS4 berdiameter lebih besar 1 1/2 inchi. Semua Mini Cooper tahun 1961-1970 memakai karburator HS2 ganda. Mini Cooper tahun 1990 memakai karburator HIF44 berdiameter 1 3/4 inchi.(Mini Cooper Indonesia)

Tujuh Alasan Mengapa Mini Cooper Laku Keras

Tujuh Alasan Mengapa Mini Cooper Laku Keras - Tak dipungkiri jika Mini Cooper telah sukses menyedot perhatian pecinta mobil dunia termasuk di Indonesia. Mobil buatan BMW ini menjadi salah satu 'pendulang poin' sejak diluncurkan pada 2001.


Bahkan di Inggris, Mini menjadi salah satu mobil yang paling diincar para konsumen. Mobil mungil ini dianggap punya banyak kelebihan dibanding mobil-mobil tipe hatchback lainnya. Lalu, apa saja keunggulannya?

Nah, berikut ini VIVA.co.id rangkum beberapa keunggulan Mini Cooper:

1. Go kart handling
Handling mobil mungil ini memang mirip dengan GO kart. Tak heran, banyak konsumen yang merasa puas dengan kemudahan dalam mengemudikan Mini Cooper. Kemudi tajam, responsif dan stabil jadi alasannya.

2. Kustomisasi
Ketika Mini diperkenalkan ke pasar pada 2011, BMW tak hanya pintar memberikan banyak pilihan warna. BMW juga dengan lihai memberikan warna yang berbeda pada atap dan kaca spion sehingga membuat mobil ini terasa unik.

3. Kabin
Kabin pada Mini Cooper memang tak sepenuhnya memuaskan, tapi sangat original. Hal itu terlihat jelas dari bangunan console hingga speedo nya. Selain itu, faktor ergonomi pada kendaraan ini juga sangat memuaskan.

4. Spesial dan Unik
Mobil hasil kerja keras BMW ini dianggap sangat spesial dan unik mengingat bentuknya yang agak menyimpang dari mobil hatchback saat ini. Kesan fun-to-drive langsung terasa. Ditambah dengan adanya pilihan mesin berbahan bakar bensin dan diesel.

5. Mobil kecil dengan fasilitas mewah
Mini Cooper memang kecil untuk ukuran, tapi untuk fasilitas dan fiturnya tak kalah dari mobil-mobil yang bertubuh bongsor. Semua model Mini sekarang dilengkapi dengan SIM card yang dapat digunakan untuk mengakses segala macam pelayanan.

6. Sangat imut
Jika Anda membandingkan ukuran mobil ini dengan mobil aslinya, 30 tahun silam, terlihat jelas mobil ini punya ukuran relatif besar. Namun, mobil ini tetap terkesan sangat mungil dan imut.

7. Saat ini hadir dengan lima pintu
Belum lama ini, Mini meluncurkan model baru lima pintu. Line up terbaru ini tentu akan memberikan lebih banyak pilihan bagi para konsumen. Terutama bagi mereka yang ingin kapasitas lebih besar.(Mini Cooper Indonesia)

Desain MINI Clubman 5-door Lebih Matang

Desain MINI Clubman 5-door Lebih Matang - Memiliki kapasitas bagasi yang lapang. Dimensi Clubman lebih besar dibanding generasi sebelumnya.

Keluarga besar MINI kembali hadir sebagai debut perdana yaitu MINI Clubman 5-door. Kehadiran varian baru ini setelah keberhasilan MINI 3-door hatch dan MINI 5-door sebagai mobil premium perkotaan. MINI Clubman 5-door juga cocok untuk mobil keluarga yg penuh gaya.



Mobil ini memiliki pintu belakang terpisah, yang memudahkan penumpang belakang masuk. Kabinnya diklaim mampu menampung lima orang dewasa.

Selain itu, MINI ini memiliki kapasitas bagasi yang lapang dibanding varian lainnya.

Dimensi Clubman lebih besar ketimbang generasi sebelumnya yaitu 270 mm lebih panjang, dan 73 mm lebih lebar, serta wheelbase 100 mm lebih melar.

Di balik kap mesin dipasangkan mesin MINI TwinPower Turbo Technology dan transmisi Steptronic 8-speed, dengan kapasitas mesin 1.998 cc untuk tipe MINI Cooper S Clubman, 1.499 cc tipe MINI Cooper Clubman, dan 1.955 cc untuk MINI Cooper D Clubman.
(Mini Cooper Indonesia)

Lego Rilis Mobil Mini Cooper dengan “Mesin”

Lego Rilis Mobil Mini Cooper dengan “Mesin” - Mini Cooper Lego dengan 1.077 set. Selain memiliki “mesin”, Mini Lego Juga dilengkapi kompartemen ban serep.


Setelah sukses merilis Volkswagen Camper Van, Lego kembali menghadirkan mobil dengan model ikonik, yaitu Mini Cooper. Mobil legendaris Inggris itu menjadi kenyataan dalam bentuk Lego dengan 1.077 set.

Mini Cooper tiruan ini terbuat dari potongan Lego warna hijau, putih, dan krem. Mainan ini mulai dijual pada bulan Agustus, dan dibanderol 100 dollar AS dengan ukuran replika 11x25x14 cm.



Model mobil semakin populer semenjak film Lego keluar awal tahun. Pada tahun 2014 Lego telah mengeluarkan model Toyota dan SLS AMG.

Mini Cooper berbentuk Lego dilengkapi lampu kabut sporty, mesin, striped bonnet, dan kompartemen ban serep. Selain itu, atap mobil bisa dilepas agar bisa melihat interior secara detail.

Uniknya perseneling gigi bisa digerakkan dan rem tangan juga bisa ditarik ke atas. Lebih menarik lagi Lego sediakan keranjang piknik beserta alas untuk bersantai di taman.(Mini Cooper Indonesia)

Karya Menarik dan “Out of the Box” dari MINI

Karya Menarik dan “Out of the Box” dari MINI - Kolaborasi dengan produsen surfboard Channel Islands.ema papan selancar disesuaikan dengan desain MINI yang khas

MINI adalah produsen mobil yang dikenal sebagai brand yang membangun citra dengan “sikap tidak biasa”. Tak hanya pandai menciptakan mobil yang menyenangkan dikemudikan, MINI juga sering menciptakan media promosi yang “out of the box”.


Kebiasaan itu kembali dibuktikan dengan menghadirkan sebuah papan selancar air (surfboard) yang diberi nama The MINI.

Proyek ini adalah hasil kolaborasi MINI dengan produsen surfboard asal California, Amerika Serikat, Channel Islands.

Channel Islands dikenal sebagai brand pembuat surfboard yang menciptakan hal baru yang unik dan penuh semangat.

Hasilnya, The MINI Surfboard adalah sebuah papan selancar air yang diklaim menghadirkan sepenggal sensasi berkendara khas MINI di permukaan air.

Pengembangan desain dan proses perakitan surfboard ini dilakukan di pabrik milik Channel Islands di Santa Barbara, Amerika Serikat. Christopher Weil, Head of Exterior Design MINI, ikut berkontribusi menyempurnakan wujud The MINI Surfboard.

Atlet selancar air profesional, Kalani Robb, juga diminta saran dan masukan dalam pembuatan surfboard ini.

Desain tema papan disesuaikan dengan desain MINI yang khas. Semua pilihan warna dan stripping stiker yang dimiliki MINI, bisa diaplikasikan pada papan selancar ini.

The MINI Surfboard ini sudah bisa dimiliki dengan menghubungi situs Channel Islands dengan harga mulai dari 750 euro atau sekitar Rp 10,8 juta.(Mini Cooper Indonesia)

Mini Cooper Convertible Lebih Asik Dengan Atap Terbuka

Mini Cooper Convertible Lebih Asik Dengan Atap Terbuka - Atapnya dapat dibuka dalam waktu 18 detik saja. Hadir dalam dua varian, yaitu Cooper Convertible dan Cooper S Convertible.



Mini Cooper Convertible tersedia dalam dua pilihan mesin, yaitu mesin 3-silinder, 1,5 liter turbo bertenaga 134 hp, dan mesin 4-silinder 2,0 liter turbo bertenaga 189 hp untuk Mini Cooper S.

Keduannya dibekali dengan transmisi 6-speed otomatis atau manual, yang akan menyalurkan tenaga mesinnya ke kedua roda depan.



Spesifikasi ini sama persis dengan spesifikasi Mini Cooper versi hardtop.

Bedanya, Mini Cooper Convertible memiliki soft-top yang dapat dibuka dan ditutup secara elektronis hanya dalam 18 detik saja.

Berkat adanya atap elektronis ini, dan sejumlah perubahan lainnya, Mini Cooper Convertible mendapat tambahan bobot sekitar 120 kg.



Ini karena versi atap terbukanya harus menerima kenyataan bahwa dimensinya bertambah panjang 98 mm, lebih lebar 44 mm, dan lebih tinggi 1 mm.

Jarak pijak roda ikutan dimelarkan 42 mm untuk roda depan, dan 34 mm untuk roda belakang, plus jarak sumbu roda juga diperpanjang 28 mm.

Positifnya, ruang kabin Mini Convertible jadi sedikit lebih lega dan kapasitas bagasinya pun meningkat 25% menjadi 215 liter saat atapnya tertutup.

Kita masih harus menunggu sampai Januari mendatang saat Mini mengumumkan harga resminya.

Di Indonesia, saat ini Mini Cooper 3-pintu hardtop dijual dengan harga Rp 539 juta.

Bila masuk Indonesia, sisihkan saja tambahan sekitar Rp 100 juta untuk menebus versi atap terbukannya.(Mini Cooper Indonesia)

Mini Rilis Cooper Carbon, Harga Setara 2 Jazz

Mini Rilis Cooper Carbon, Harga Setara 2 Jazz -  Pabrikan mobil asal Inggris, Mini, baru saja merilis Cooper Hardtop empat pintu edisi spesial. Selain performa mesin yang dibuat lebih buas, Mini juga melakukan beberapa ubahan pada eksteriornya.

Seperti dilansir laman Autoguide, Jumat (13/11/2015), mobil Mini Cooper Carbon edisi spesial itu diberi nama Cooper Carbon Edition. Mendengar namanya sudah bisa ditebak bahwa ada beberapa komponen pada mobil mungil itu yang dibuat dari bahan serat karbon.

Mini Cooper Carbon


Ketimbang edisi standarnya yang terkesan ceria dengan warna cerah, Cooper Carbon tampil lebih agresif dengan warna hitam Black Midnight. Sedangkan kesan kekar diperoleh dari hadirnya pelek 15 inci, knalpot, dan body kit besutan bengkel John Cooper Works (JCW).

Sementara itu ketika membuka kap depannya, mesin yang terpasang masih bawaan Cooper Hardtop empat pintu, yakni 2.000 cc tiga silinder dengan transmisi manual enam percepatan.

Akan tetapi, pabrikan spesialis mobil mungil itu mengaku tenaga mesin tersebut telah ditingkatkan dari 189 hp menjadi 208 hp. Kendati demikian, tetap saja performanya tidak sebuas Cooper JCW asli yang tembus hingga 231 hp.

Di Inggris, mobil Mini Cooper Carbon itu dapat ditebus dengan harga US$37.100 atau sekitar Rp508 jutaan. Di Indonesia, dana sebesar itu dapat digunakan untuk membeli dua unit mobil Honda Jazz varian menengah.

Tetapi jika Anda memiliki uang lebih dan menganggap tampilan standar Mini Cooper Carbon kurang keren, jangan buru-buru melirik mobil lain. Pabrikan di bawah naungan BMW itu juga menawarkan Cooper Carbon dengan paket eksterior-interior full JCW.

Body kit mobil Mini Cooper Carbon seluruhnya akan diganti menjadi mirip Cooper JCW. Tak ketinggalan, pelek 15 inci tadi juga akan digusur oleh pelek Track Spoke Black Wheels berukuran 17 inci.

Sedangkan di bagian interior, jika Anda bersedia membayar lebih, Mini akan memberikan layar sentuh 8,8 inci plus sistem navigasi, sunroof, pemanas jok, audio Harman Kardon, serta roda kemudi khas Cooper JCW.(Mini Cooper Indonesia)

Beli MINI di IIMS, Nama Dipajang

Beli MINI di IIMS, Nama Dipajang - PT BMW Indonesia memosisikan MINI sebagai merek gaya hidup, meski tetap membidik segmen konsumen dari kalangan premium. Sesuai karakter, MINI juga punya hal unik dalam mengikuti IIMS 2014, kali ini.

Berbeda dengan karakter merek-merek premium lain, di mana cenderung merahasiakan nama konsumen, MINI justru berfikir sebaliknya. Setiap mobil yang laku terjual selama pameran terbesar otomotif di Indonesia ini berlangsung, nama pembeli terpampang di model yang dipamerkan.



"Nama konsumen sengaja diperlihatkan di masing-masing mobil yang laku, karena menunjukkan kalau mobil yang mereka mau memang yang lagi di pajang," jelas salah satu pramuniaga kepada KompasOtomotif, Selasa (23/9/2014).

Bagi konsumen lain yang mau model serupa yang sudah terjual di stan Mini di IIMS 2014, jangan khawatir, tetap bisa memesan dengan aksesoris yang sama. Tapi, harus rela bersabar karena menunggu sekitar tiga sampai enam bulan sampai unit tersedia.

Pada pameran kali ini, dipamerkan Cooper S dengan sentuhan aksesori baru bertajuk Lines Vivid Green, Speedwell Blue, dan John Cooper Works Pro.(Mini Cooper Indonesia)

MINI Edisi Khusus Pameran Sisa Tiga Unit, Siapa Mau?

MINI Edisi Khusus Pameran Sisa Tiga Unit, Siapa Mau? - Model spesial hasil kreatif MINI Indonesia, MINI Yours Edition, disambut cukup antusias oleh konsumen. Sejak diperkenalkan pada Gaikindo Indonesia International Auto Show, varian berbasis MINI Cooper S 3-pintu ini sudah dipesan 7 unit dari hanya 10 unit yang tersedia.

MINI Yours Edition punya spesifikasi dasar seperti MINI Cooper S dengan mesin 4-silinder 2.0L bertenaga 192 tk dan torsi 280 Nm yang dijual Rp 689 juta. Namun ada berbagai perbedaan seperti cat bodi khusus berwarna Lapisluxury Blue dan interior berlapis kulit khusus yang membuatnya lebih mahal Rp 30 juta dari MINI Cooper S.


“Model ini seperti BMW Individual, tapi pada MINI. Kita sedikit lagi ludes, mulai hari ini hanya tinggal tiga unit. Enam terjual di motor show, satu lagi hari ini, jadi ada tujuh unit. Tersisa 3 unit lagi,” ujar Anna Hemmer, Representatif MINI Indonesia, di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (21/9/2015).

MINI Yours Edition merupakan varian khusus yang dibuat untuk pameran otomotif nasional, satu unit  dijual Rp 719 juta. Varian ini tidak ada di negara lain kecuali di Indonesia, kata Anna.

Semua unit MINI Yours Edition dilengkapi emblem penanda nomor urut dari 1 hingga 10. Kini hanya tinggal tiga unit bernomor, 4, 5, dan 10, yang tersisa menunggu dipinang kolektor(Mini Cooper Indonesia)

Perasaan Unik "Nyetir" MINI 5-Pintu

Perasaan Unik "Nyetir" MINI 5-Pintu - Daerah asal Gunung Rinjani, Lombok di Nusa Tenggara Barat, jadi destinasi pilihan MINI Indonesia untuk menggelar sesi test drive bertajuk MINI Hopping 2015 pada 21 – 23 September 2015. Jalan sempit dan berliku beralaskan aspal lumayan bagus seperti jadi sirkuit buatan untuk mengenal lebih jauh keunikan mobil Jerman berdarah Inggris ini.


Mini 5 Pintu

Lembaran baru MINI di era modern baru dimulai sejak diboyong masuk oleh BMW Group Indonesia pada 2011. Selama ini fokus pemasaran MINI hanya di pulau Jawa, sebab diler resminya memang baru dua, di Jakarta dan Surabaya. Harus diakui, peredaran unit MINI masih belum terlalu banyak, maka kesempatan menjajal beragam model di luar daerah asal terlalu menarik untuk KompasOtomotif lewatkan.



MINI membawa semua model unggulan ke Lombok, yaitu tipe 3-pintu dan 5-pintu dengan lambang Cooper S plus model yang baru saja diperkenalkan bulan lalu, John Cooper Works. Sesi uji berkendara langsung bergulir dari bandara, mengarah ke atas pulau tepatnya ke daerah Tanjung Utara.

Mobil yang pertama kali dicoba adalah model 5-pintu. KompasOtomotif pernah menjajal jadi penumpang saat model ini diluncurkan pada Maret lalu. Kali ini impresi yang dirasa dari belakang kemudi.

Masuk ke kabin, nuansanya beda. Desainnya kompak dengan banyak penampang lingkaran dan aksen membulat. Bisa jadi rancangan ini digunakan agar kabin terasa lega, pasalnya duduk di jok pengemudi terkesan padat, bahkan jarak pengemudi dengan penumpang depan sangat dekat. Tapi sisi bagusnya, pengemudi seakan menyatu dengan mobil.



Sensasi itu terasa ketika di perjalanan. Meski bodi dirancang lebih panjang 161 mm dan tinggi 11 mm, serta menggunakan wheelbase lebih panjang 72 mm dari model 3-pintu, kelincahan ala go-kart yang jadi ciri khas MINI tidak terbuang.

Karakter pengendaliannya penurut. Saat iring-iringan membelah lalu lintas, kemudi asik digoyang kanan-kiri agar bodi bisa luwes melenggang keluar kemacetan.

Mesin 4-silinder 2.0L punya tenaga maksimum 192 tk dengan torsi 280 Nm, respons performa ketika pedal gas diinjak instant. Ada tiga pilihan karakter mengemudi, mid (normal), green, dan sport yang bisa digunakan sesuai kondisi jalan.



Penggantian gigi pada transmisi otomatis streptonic 6-percepatan cepat. Memegang kendali MINI membuai rasa ingin mengeksplorasi tenaga terus-menerus. Tapi mesti hati-hati bila menginjak pedal gas saat macet, bila dibuka terlalu banyak bodi mobil bisa loncat saat masuk ke gigi dua.


MINI Connected

Sarana hiburan, navigasi, fungsi kontrol, dan informasi tentang MINI tersumber pada head unit di tengah dasbor. Pengontrol head unit terdapat di belakang tuas transmisi, berupa tombol putar dengan berbagai fungsi. Desain ini mirip fitur BMW, bedanya hanya pada tampilan saja. Selain itu, karena desain kabin yang kompak tombol pengatur pada MINI sulit dijangkau pengemudi.



MINI tidak punya CD player tapi sebagai penggantinya terdapat konektivitas USB dan Bluetooth ke gadget untuk memutar lagu. Mendengarkan lagu jadi pengalaman mengesankan, sebab didukung 12 pelantang suara merek Harman dengan total 410 Watt.

Fitur unggulan pada head unit yaitu MINI Connected, berbagai fitur di dalamnya bisa diaktifkan setelah terintegrasi dengan iPhone untuk mendapatkan koneksi internet. Tambahannya, MINI Connected juga bisa terintegrasi dengan kamera aksi, Go Pro.

Kesimpulan

MINI merupakan kendaraan unik dengan pembeda yang kuat, jadi kalau Anda mau meminang mobil ini pastikan bisa mengikuti keunikannya dan jangan sampai ketinggalan zaman sebab MINI punya banyak teknologi canggih.



MINI 5-pintu sepertinya cocok buat orang dengan kepribadian menarik yang suka tampil beda namun tetap mau punya mobil fungsional untuk berbagai aktivitas. Kendati punya lima pintu, berkapasitas 5-penumpang sekaligus lebih berat, performanya tidak kalah lincah seperti 3-pintu. MINI 5-pintu Cooper S dilego Rp 719 juta.(Mini Cooper Indonesia)

MINI Cooper Mau Rakit Model di Indonesia?

MINI Cooper Mau Rakit Model di Indonesia? - Merakit model di dalam negeri merupakan strategi jangka panjang MINI Indonesia. Jalur produksi model lewat impor Completely Knock Down (CKD) kemungkinan akan memanfaatkan fasilitas milik Gaya Motor yang dikontrak BMW Group Indonesia di Sunter, Jakarta Utara.

Representatif MINI Indonesia, Anna Hemmer, menjelaskan, saat ini pabrik utama MINI ada di dua lokasi, yaitu di Oxford, Inggris, dan di Born, Belanda. Namun kedua pabrik itu tidak bisa mengekspor model secara terurai, selama ini distribusi unit hanya dilakukan utuh (CBU/Completely Built Up).


Di luar Inggris dan Belanda, sebenarnya MINI punya pabrik di Austria untuk model Countryman dan Paceman, tapi operasinya telah diputuskan berhenti pada 2016. Austria selama ini menjadi pemasok Countryman untuk dirakit lokal di Thailand dan Malaysia.

Dampak dari penutupan pabrik di Austria membuat stok unit Countryman semakin berkurang. Anna juga mengatakan MINI kini sedang mengembangkan genereasi terbaru mobil 5-pintu tersebut.

“Saya pikir kita akan mendiskusikan lagi tentang perakitan saat kami mendapat suksesor Countryman. Kita harus punya volume untuk mendukung ini dan menguntungkan bisnis dari pandangan harga. Jadi dengan penerus Countryman saya berharap bisa ditawarkan (dirakit di Indonesia), tapi untuk sekarang kami tidak punya konfirmasi,” ucap Anna di Lombok, Senin (21/9/2015).

Lebih lanjut Anna mengatakan, keputusan merakit lokal di kawasan Asia Tenggara bukan hanya melihat kepentingan Indonesia tapi juga Thailand dan Malaysia. Selama ini penjualan MINI di Indonesia masih di bawah kedua negara itu.

Thailand menjual sekitar 700 unit pada tahun lalu, kata Anna. Sedangkan Malaysia mencapai 600 unit, sementara Indonesia 510 unit. Namun prestasi MINI Indonesia dinilai lebih bagus sebab hingga kini hanya punya dua diler dan model yang dijual terbatas.

“Indonesia dalam jangka panjang lebih bagus. Bahkan sebenarnya penjualan kita di atas India dan Singapura,” ucap Anna.(Mini Cooper Indonesia)

Bengkel Resmi Mobil MINI Akhirnya Buka di Surabaya

Bengkel Resmi Mobil MINI Akhirnya Buka di Surabaya - MINI Indonesia meresmikan MINI Service Facility pertama di Surabaya, Jawa Timur, di bawah naungan PT Maxindo International Nusantara Indah.

“Pengguna mobil MINI di Surabaya hingga saat ini sangat besar. Mereka butuh tempat servis resmi, sehingga peresmian fasilitas pelayanan resmi MINI di Surabaya ini merupakan langkah strategis. Pastinya agar konsumen di sana tak merasa diabaikan,“ kata Karen Lim, Presiden Direktur BMW Group Indonesia.


“Pelayanan berkualitas khas MINI, pasti bakal jadi kata kuncinya. Investasi yang kami tanam juga tidak sedikit. Maxindo bekerja sama dengan MINI Indonesia akan terus berikan layanan terbaik bagi para penggemar MINI dan perkuat pasar MINI di Surabaya,” kata Joe Surya, Presiden Direktur PT Maxindo International Nusantara Indah.

Berlokasi di jalan Arjuna No.115, Surabaya, Jawa Timur, MINI Service Facility berdiri punya lahan seluas 1.882 meter persegi. Ada 30 staf professional yang siap memberikan pelayanan purna jual (perawatan dan perbaikan kendaraan), serta periksa kendaraan gratis. Selain itu ada diskon 5 persen-15 persen setiap pembelian aksesoris/suku cadang orisinil MINI.

Ragam terbaru MINI yang tersedia di sini adalah, MINI Cooper S 3-Door, MINI Cooper S 5-Door, dan MINI John Cooper Works, dengan pelayanan test drive. MINI Service Facility Surabaya beroperasi dari Senin-Jumat, pukul 08.30–16.30 WIB, dan Sabtu pukul 08.30–15.00 WIB. (Mini Cooper Indonesia)

MINI Tawarkan Paket Menarik dengan Mandarin Oriental

MINI Tawarkan Paket Menarik dengan Mandarin Oriental - MINI Indonesia bekerjasama dengan Mandarin Oriental Hotel dalam menawarkan sebuah pengalaman akhir pekan bersama MINI yang unik dan menyenangkan bagi semua tamu.

Dari tanggal 23 Mei-26 Juli 2015, bersama MINI para tamu Mandarin Oriental, Jakarta akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, yang dikemas dalam tiga program.

Pertama #MINIshopping: Program ini  akan memenuhi keinginan para penggemar belanja. Mandarin Oriental akan mengantar semua tamu VIP-nya ke Grand Indonesia dengan kendaraan MINI untuk menikmati layanan VIP dari Central Department Store. Seorang "personal shoppers" akan membantu mereka dalam memperoleh koleksi mode terbaru.

Kedua #MINIpicnic: Nikmati Jakarta dari perspektif yang sepenuhnya unik. Menikmati pengalaman piknik di Taman Suropati yang hijau dan asri. Bersantap dengan keju artisanal, daging dingin impor, dan sandwich gourmet lezat sembari menikmati alam sekitarnya. Semua pengalaman dari hotel sampai perlengkapan piknik akan disiapkan oleh butler pribadi Anda.

Ketiga #MINIculture: Mandarin Oriental, Jakarta akan manjakan tamunya dengan perjalanan budaya ke Museum Sejarah Jakarta yang tersohor.Tamu akan disediakan kendaraan MINI dan supir pribadi, pemandu wisata yang akan menemani mereka pada tur VIP eksklusif di museum yang penuh dengan pengalaman menarik.. Setelah melewati pengalaman di Museum Sejarah Jakarta, para tamu bisa bersantai dan menikmati teh spesial yang disajikan pada sore hari di Azure Pool side lounge.

"Kami sangat senang berkolaborasi dengan Mandarin Oriental, Jakarta. Kerjasama ini memberikan peluang bagi semua penggemar MINI, serta tamu dari Mandarin Oriental, untuk mengenal lebih banyak tentang FUN dan energi yang lekat dengan brand MINI,” kata Jodie O'tania, Head of Corporate Communications BMW Group Indonesia.

“Para tamu yang menginap baik untuk keperluan bisnis maupun liburan sekarang berkesempatan menikmati pengalaman terbaik di Oriental Suite yang mewah sambil mengenal lebih jauh semua atribut menakjubkan yang ditawarkan oleh MINI melalui serangkaian program menyenangkan dan seru,” tambahnya. UDA(Mini Cooper Indonesia)

Mini Cooper Ini Hanya Ada 10 di Indonesia

Mini Cooper Ini Hanya Ada 10 di Indonesia - Mini Indonesia menambah koleksi terbaru dengan meluncurkan Mini Cooper S Countryman Knightsbridge. Varian ini hanya ada 10 unit khusus untuk penggemar di Indonesia.



Presiden Direktur BMW Group Indonesia Karen Lim menjelaskan, mobil dengan empat pintu dan lima kursi ini hadir sebagai kendaraan serbabisa dengan mobilitas fleksibel untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup aktif. Yang cocok bagi mereka yang menikmati petualangan, perjalanan, dan kegiatan outdoor.

’’Hal yang membedakan dengan brand kendaraan lain di segmennya adalah kemampuan brand ikonik ini untuk memberikan personalisasi tingkat tinggi kepada para penggunanya. Dapat dikatakan bahwa semua kendaraan kami yang ada di Indonesia unik dan tidak ada yang persis sama,’’ ujarnya.

Yang menjadikannya istimewa adalah karena secara global, hanya diproduksi 400 unit kendaraan edisi spesial ini. Hadir dengan John Cooper Works Chili Package, dan aksen mencolok yang menonjolkan interpretasi khusus dari desain bodi khasnya.

Penekanan pada dimensi dan proporsi tertentu memberikan kesan fungsionalitas dan tampilan yang atletis di semua bagian. John Cooper Works aerodynamic kit menambah tampilan sporty dan menonjolkan karakter balap dari kendaraan edisi khusus ini. Elemen pelindung  apron depan dan belakang serta ambang samping sekarang terpasang sebagai fitur standar.

Selain itu, dilengkapi dengan velg aloi ringan twin spoke black burnished 18 inci dan karakteristik aerodinamis yang dioptimalkan. Kendaraan sporty ini tampil dengan kombinasi eksklusif warna eksterior absolute black metallic; atap dan penutup spion luar berwarna space grey metallic, dan warna terbaru, piano black exterior. Detail spesifik dihadirkan oleh garis-garis sporty warna hitam atau kotak-kotak warna abu-abu.

Desain interior yang ditampilkan yakni detail yang halus, kenyamanan akustik tak tertandingi dan karakteristik premium yang diperkuat. Tampilan ini juga semakin disempurnakan dengan leather lounge championship red.

Desain interior juga meliputi dial pengukur kecepatan dan putaran mesin berwarna gelap serta lima kursi dengan pengaturan yang bervariasi, kursi belakang dapat digeser 13 cm secara longitudinal, sandaran punggung dapat disesuaikan kemiringannya dan juga dapat dilipat dengan proporsi 40: 20: 40. Sementara itu, volume bagasi dapat ditingkatkan sebesar 350 hingga 1,170 liter.

Untuk dapur pacu, hadir dengan mesin bensin 4-silinder in-line. Teknologi yang semakin inovatif, termasuk fitur aerodinamis yang dioptimalkan, menghasilkan kinerja berkendara optimal dan konsumsi bahan bakar yang efisien. Model baru dalam jajaran kendaraan ini dilengkapi dengan transmisi 6-percepatan steptronic dan menghasilkan daya maksimum sebesar 184 hp antara 5.500 – 6.500 rpm dan torsi maksimum sebesar 240 Newton meter yang dapat dicapai dari 1.600 – 5.000 rpm.

Edisi spesial ini juga menawarkan tingkat keselamatan bintang-5 berdasarkan tes kecelakaan Euro NCAP. Hal ini dicapai berkat fitur-fitur peralatan standar yang lengkap pada fitur keselamatan aktif dan pasif. Kini fitur keselamatan juga dilengkapi dengan lampu mengemudi siang hari jenis LED.

Berbagai fungsi dapat diintegrasikan dalam kendaraan edisi spesial ini melalui aplikasi jejaring sosial dan infotainment, yang tersedia untuk Apple iPhone maupun smartphone yang menggunakan sistem operasi Android. Kendaraan ini ditawarkan dengan harga Rp 759 juta off-the-road.(Mini Cooper Indonesia)

Mini Cooper di Indonesia

Mini Cooper di Indonesia - Di Indonesia, Mini (yang lebih dikenal hanya sebagai “Morris”) mulai menggaung namanya pada dekade 70an sebagai mobil kecil yang kenceng, mampu menjuarai turnamen-turnamen di arena balap Ancol, yang dikendarai oleh Hengki Irawan (1967-1968) dan Karsono (1968-1978).



Importir PT Java Motors memasukkan Mini dengan tipe CKD (dalam bentuk kit, langsung dari Inggris) dan dirakit oleh PT National Assemblers yang berpusat di Medan sejak pertengahan 70an tadi hingga 1979 meskipun terdapat pula Mini tahun 60an (atau bahkan lebih dahulu lagi) yang masuk ke Indonesia melalui importir individu, dan biasanya dalam keadaan CBU. Tidak diketahui jumlah pasti mobil impor maupun mobil-mobil CKD tersebut, namun diduga jumlahnya kurang dari 1000 unit, tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan konsentrasi terbesar di Jakarta.

Pada tanggal 29 Agustus 1993, didirikanlah Jakarta Morris Club (JMC) oleh para pemilik mobil Morris pada saat melakukan touring ke Ciater, Jawa Barat, yang bertujuan untuk melestarikan keberadaan mobil-mobil tersebut. Pemilihan nama Morris dan bukan Mini merupakan kesengajaan agar bukan hanya pemilik Mini yang dapat bergabung, tapi juga pemilik mobil dari merk Morris seperti Morris Minor atau Morris 1100/1300.

Terbatasnya jumlah mobil, suku cadang yang agak susah didapat, kekhawatiran mogok di jalan; kesemuanya ternyata tidak mampu meyurutkan semangat anggota JMC dalam memiliki Morrisnya, dan berkumpul serta bersilaturahmi bersama-sama para pemilik dan penggemarnya. Perjalanan jauh ke luar kota sudah sering dilaksanakan, seperti ke Lampung, Anyer, Jatiluhur, Bandung, Garut, bahkan beberapa diantaranya sudah dibawa dalam perjalanan rally dan touring ke Solo, Blitar dan Bali.

Dalam sejarahnya, Mini telah berganti-ganti nama pabrikan: Austin, Morris, Leyland, British Leyland, Austin-Rover, Rover, MG-Rover. Namun, satu hal yang tidak tergantikan ialah faktor klasik desain mini, yang hebatnya sampai saat ini (hampir 50 tahun kemudian), masih menarik, enak dipandang mata dan sebagai mobil koleksi .(Mini Cooper Indonesia)

Sejarah Mini Cooper

Sejarah Mini Cooper - Krisis Suez yang terjadi pada akhir tahun 1950-an memaksa pemberlakuan penjatahan BBM bagi negara-negara Eropa, termasuk Inggris Raya. Untuk mengatasi hal ini, grup British Motor Corporation (BMC) – yang merupakan hasil merger perusahaan otomotif Austin dan Morris – merencanakan pembuatan mobil kecil, ringkas, hemat bbm tapi juga lapang.



Maka, pimpinan BMC, Leonard Lord, menugaskan seseorang untuk merancang mobil tersebut. Alec Issigonis, yang sudah lebih dahulu sukses dengan rancangan Morris Minornya merupakan orang yang dipercaya untuk menjalankan tugas itu. Penugasannya dimulai pada bulan Maret 1957, dan dua tahun kemudian, mobil yang diinginkan tersebut sudah siap untuk diproduksi. Akhirnya, pada bulan Agustus 1959, mobil kecil tersebut diluncurkan ke pasar otomotif, dan dunia pun berubah

Sejarah Mini Cooper

Austin Mini Se7en dan Morris Mini-Minor merupakan nama awal dari mobil tersebut. Setelah tahun 1969, nama pabrikan austin dan morris tidak digunakan lagi, sehingga nama resminya adalah Mini. Namun, untuk pasar internasioanal, merek Austin atau Morris tersebut masih dipergunakan.

Selain model sedan, terdapat pula varian-varian dari mobil dengan panjang 3 meter tersebut, antara lain: Mini Van, Mini Pick-up, Mini Moke (yang berbentuk mirip jeep) dan Mini Clubman (dengan bentuk hidung yang kotak). Tapi yang paling terkenal mungkin adalah Mini Cooper (mobil langganan pemenang rally Monte Carlo dan model tunggangannya Mr. Bean di layar kaca).

Mini mengubah paradigma perancangan mobil kecil di seluruh dunia. Tata mesin melintang dengan penggerak roda depan hingga saat itu belum pernah dipakai pabrikan mobil manapun. Posisi ke-empat rodanya memungkinkan pengendaraan yang sangat lincah dan gampang dikendalikan. Tidak heran, mobil ini mampu memenangkan Rally Monte Carlo tahun 1964, 1965 dan 1967, dan selalu masuk tiga teratas dari tahun 1964 sampai 1968.. Dapat dikatakan, apabila melihat mobil sedan mini atau city car masa kini dengan mesin melintang dan berpenggerak roda depan, maka hal tersebut merupakan pengaruh dari mini.

Setelah berproduksi selama 42 tahun, mini akhirnya menghentikan pembuatannya pada tahun 2001, digantikan dengan new Mini hasil desain tim BMW (yang menguasai saham Rover). Jumlah total produksi mini adalah sekitar 5,5 juta mobil, menjadikannya mobil Inggris terlaris sepanjang sejarah. Pada tahun 2001, majalah Autocar menganugerahinya predikat mobil paling berpengaruh abad 20, mengalahkan Ford t dan VW Beetle.

Seiring berjalannya waktu, Mini pun mengalami perbaikan-perbaikan desain. Jendela geser digantikan dengan jendela wind-up. Mesin 850cc digantikan dengan 1000cc, yang kemudian diganti lagi dengan mesin 1275cc. Karburator digantikan dengan injection. Standarisasi disc-brake. Hebatnya, bentuk dasar mini nyaris tidak berubah. Jika dibandingkan antara mini keluaran tahun 1959 dengan mini keluaran tahun 2000, hampir tidak ada perubahan mencolok. (Mini Cooper Indonesia)

Tentang Mini

Mini adalah sebuah mobil kecil yang diproduksi oleh British Motor Corporation (BMC) dan penerusnya dari tahun 1959 sampai 2000. Model asli dari mobil ini dianggap sebagai ikon dari Inggris pada tahun 1960-an. Mobil ini dalam beberapa kesempatan dianggap sebagai mobil Inggrisnya Volkswagen Beetle. Pada tahun 1999 Mini terpilih sebagai mobil kedua paling berpengaruh pada abad ke-20, di belakang Ford Model T.



Mobil dengan 2 (dua) pintu ini awalnya didesain oleh Sir Alec Issigonis. Mobil ini diproduksi di Pabrik Longbridge dan Cowley di Inggris, Pabrik British Motor Corporation (Australia) Victoria Park / Zetland di Sydney, Australia, dan nantinya juga diproduksi di Spanyol (Authi), Belgia, Chili, Italia (Innocenti), Malta, Portugal, Afrika Selatan, Uruguay, Venezuela dan Yugoslavia. Mini Mark I mengalami 3 perubahan total di Inggris;— Mark II, Clubman dan Mark III.

Diantara seri-seri tadi ada berbagai macam tipe bodi, di antaranya mobil estate, truk bak terbuka, van dan Mini Moke — model seperti jeep. Mini Cooper dan Cooper "S" merupakan model sporti dari mobil ini yang sukses sebagai mobil rei, berhasil memenangkan Reli Monte Carlo empat kali dari tahun 1964 sampai 1967, meskipun kemenangannya pada tahun 1966 akhirnya didiskualifikasi. Pada awalnya Mini dijual oleh Austin dan Morris, sebagai Austin Seven dan Morris Mini Minor, sampai akhirnya Mini menjadi merek sendiri pada tahun 1969. Mini akhirnya dipasarkan lagi oleh Austin pada tahun 1980-an. (mini cooper indonesia)